Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Megawati Soekarnoputri: Wastra Indonesia Merupakan Kekayaan Kebudayaan Nasional

Sabtu, 27 Maret 2021 | Maret 27, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-27T12:29:00Z

 

Megawati Soekarnoputri (Foto: PDIP Foto)


Jakarta, Detakterkini.com- Berbicara tentang feysen Indonesia, tentu berkaitan dengan wastra. Wastra Indonesia adalah kain tradisional yang sarat akan makna budaya Nusantara. Setiap helai benang dan bubuhan motifnya adalah karya yang memiliki ciri khas, simbol, warna, ukuran hingga material yang digunakan, dari hulu hingga ke hilir.


Wastra adalah kekayaan Nusantara yang tersebar dari Sumatera hingga Papua, dengan keindahan dan karakteristik yang berbeda-beda. Sentuhan warna dalam karya wastra Nusantara dipengaruhi sekali oleh kultur sosial masyarakat Indonesia, seperti sistem pengetahuan, budaya, lingkungan, kepercayaan dan lambang strata sosial.


Penjelasan wastra sebagai kebudayaan nasional itu, disampaikan oleh Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara utama dalam acara pagelaran fesyen “An Exotic Journey to Nusantara”, yang ditampilkan secara virtual dan diselenggarakan oleh KBRI di Seoul, Korea Selatan, 27 Maret 2021.


Dalam paparannya Megawati Soekarnoputri menjelaskan bahwa, pada waktu yang lalu, banyak saudagar dari India, China dan Eropa yang datang ke Indonesia. Sangat turut mempengaruhi pembuatan wastra Nusantara pada masa itu. Indonesia memiliki teknik wastra atau kain tradisional terlengkap di dunia. Dan nenek moyang kita berhasil membuatnya menjadi identitas Nusantara, seperti batik, songket, sulam, tenun ikat, tapis dan lain sebagainya.


Megawati Soekarnoputri juga banyak bercerita mengenai batik yang sudah ada sejak abad 17, hingga mencapai puncak kreativitasnya pada akhir 1800 hingga awal 1900-an. Lalu sekitar tahun 1955, Presiden Soekarno mendorong terciptanya gaya baru batik, yaitu Batik Indonesia.


Indonesia merupakan negara ketiga, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang kontribusi ekonomi kreatifnya besar bagi perekonomian nasional. 


Sesuai catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bahwa sub sektor fesyen berkontribusi besar dalam PDB ekonomi kreatif Indonesia yang mencapai 41,4 persen. Lebih tinggi dari kuliner atau kriya yang berkontribusi di bawah 20 persen.


Dijelaskan Megawati Soekarnoputri, bahwa sektor ekonomi kreatif, yang dahulu secara ekonomi memiliki arti kecil dan masih bersifat sampingan, sekarang telah berubah.


“Ekonomi kreatif menunjukkan potensinya, menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan mampu menjadi salahsatu penyangga perekonomian nasional.  Ekonomi kreatif adalah nilai yang tercipta dari suatu ide,” kata Megawati Soekarnoputri.


Sementara itu, Pemerintah Indonesia saat ini, juga terus menggenjot industri ekonomi kreatif untuk berkembang. Dengan memberi berbagai kemudahan bagi para perajin dan pelaku UMKM.

×
Berita Terbaru Update